Teknik Dasar Melakukan Belokan!!!



Sebenarnya banyak tekhnik-tekhnik untuk melakukan belokan tetapi kali ini saya akan membahas cara melakukan dengan metode yang paling simpel.

saat akan melakukan belokan dengan mobil manual ada baiknya injak dahulu kopling secara full.
kopling di injak full saat akan melakukan belokan karena :
1. dapat memperlancar tenaga mobil
2. menjaga agar jika terpaksa rem mendadak karena ada halangan (lobang/ kendaraan lain ) yang ada di hadapan kita, mesin mobil tidak mati karena sudah menekan kopling.

kemudian putar stir ke arah yang di inginkan jika ingin membelok kiri putarlah stir ke arah kiri dan sebaliknya putar ke arah kanan jika ingin membelok ke arah kanan.

sesuaikan putaran stir dengan belokan yang akan di lalui semakin menikung atau tajam belokan maka dibutuhkan putaran stir yang lebih banyak.

kemudian balas stir dan luruskan dengan jalan

beberapa kondisi saat melakukan belokan :
- untuk kondisi mobil berhenti setelah melakukan belokan 
menggerakan mobil lagi hanya perlu membuka kopling perlahan ingat jangan buka kopling langsung full ! tetapi di buka setengah kemudian baru di tambah gas perlahan baru kemudian jalan kembali. :)

- untuk kondisi mengerem sedikit dan mobil tidak berhenti tetapi masih dalam kecepatan sedang : 
hanya perlu mengangkat kopling perlahan dan injak gas kembali secara perlahan

untuk tips cars membelok lainnya bisa di lihat di tutorial yang telah kami buat 


semoga lançar mengemudi  J

Bagaimana Caranya Agar Dapat Menguasai Kopling?



Sebelum saya jelaskan teknik menggunakannya, saya akan jelaskan dulu sekilas apa itu kopling dan bagaimana cara kerjanya. Saya akan menggunakan bahasa awam agar mudah dimengerti, jadi beberapa hal teknis sebagian akan saya kesampingkan. Perlu Anda ketahui agar mobil dapat berjalan dibutuhkan 3 hal pokok, yaitu putaran mesin, kopling beserta transmisinya (gigi), dan roda mobil. Saat mesin sudah hidup, putaran mesin sekitar 1500 per menit (tergantung jenis kendaraan), yang harus Anda pahami bahwa mesin sudah berputar meskipun mobil belum jalan. Karena putaran mesin belum terhubung ke roda maka roda tidak akan bergerak. Nah yang menghubungkan antara putaran mesin dan roda adalah rangkaian kopling. Putaran mesin, kopling, dan roda akan terhubung jika perseneling ada pada posisi 1, 2, 3, 4, 5, dan R dengan kondisi kopling tidak diinjak. Jika perseneling ada pada posisi N atau pada posisi selain N tapi kopling diinjak penuh, maka putaran mesin, kopling, dan roda tidak terhubung.
Anda mungkin akan bertanya, ada kalanya mobil atau kendaraan lain, saat putaran mesin, kopling, dan roda terhubung, misalkan saja pada perseneling 1, tapi mobil tidak dapat bergerak, padahal mobil masih hidup yang berarti mesin berputar?… Ya, memang benar, bisa saja terjadi ketiganya terhubung tapi mesin tetap berputar dan roda diam. Ini terjadi karena kopling terbuat dari bahan yang dapat bergesek dan didesain sedemikian rupa agar dapat bergesekan saat bekerja, artinya tidak mengunci, sehingga pada kondisi tertentu, seperti beban sangat berat atau beban biasa tapi di posisi tanjakan. Ketika itu mesin berputar tapi tidak kuat untuk memutar roda, sehingga yang terjadi adalah kopling saja yang berputar dengan kecepatan lebih rendah dari putaran mesin dan kopling akan bergesekan terus dengan bagian yang menghubungkan ke putaran mesin dan bagian yang menghubungkan ke roda. Pada kondisi ini putaran mesin harus ditambah dengan menginjak gas agar mampu mengimbangi beban sehingga roda dapat bergerak.
Anda juga tentu kadang bertanya kenapa jika kopling dilepas mendadak mesin akan mati?… tentu saja, Anda bisa bayangkan bahwa mesin berputar itu merupakan suatu ketaraturan dari menggabungkan udara dan bahan bakar dan memasukkan ke ruang bakar kemudian dibakar dengan percikan dari busi lalu mendorong piston dan kemudian sisa pembakaran dibuang, lalu tiba-tiba kopling mendadak menghubungkan roda yang diam dengan mesin yang berputar 1500 putaran per menit. Meskipun sebenarnya kopling dapat bergesek, tapi sebelum gesekan terjadi mesin sudah tidak dapat beroperasi. Terhubung secara mendadak berarti aktivitas mesin dipaksa berhenti sejenak sehingga bahan bakar belum sempat tercampur dengan udara, atau tidak sempat dimasukkan ke ruang bakar, atau belum sempat dibakar oleh percikan busi. Dengan kondisi ini bagaimana mobil bisa tetap hidup?… Akan berbeda jika kopling diangkat perlahan, pada kondisi ini kopling sedikit demi sedikit dirapatkan dan pada kondisi ini gesekan yang terjadi pada kopling akan lebih besar dan inilah yang akan mencegah terganggunya aktivitas mesin. Pada kondisi yang sama roda juga secara bertahap mulai bergerak karena kopling sudah berputar meskipun pelan karena sebagian putaran terbuang sia-sia saat terjadi gesekan, nah semakin bertambah putaran roda itu berarti semakin mendekati kecepatan putaran mesin. Secara terus menerus kopling terus diangkat perlahan, dan secara bersamaan kecepatan roda juga semakin mendekati kecepatan putaran mesin. Pada kondisi seperti ini tidak ada yang menghambat aktivitas mesin. Mesin tetap dapat mencampur udara dan bahan bakar, kemudian dibakar dengan percikan busi, kemudian piston terdorong karena tenaga ledakan bahan bakar, memutar poros engkol, dan sisa bahan bakar dibuang. Mesin terus bekerja tanpa gangguan. Pada akhirnya kopling akan terhubung dengan sempurna. Jika sudah terhubung dengan sempurna, gas dapat ditambahkan sesuai kebutuhan tanpa memainkan kopling lagi.

Betulkah? Sering lalui Jalan Rusak Dapat Merusak Mobil.



Aki mobil merupakan sumber energi bagi sistem kelistrikan mobil. Aki yang rusak dapat menyebabkan beberapa gangguan pada anda mobil, salah satunya adalah membuat mesin mobil susah dinyalakan. 

Oleh sebab itu, merawat kondisi aki dan menggantinya saat aki dalam kondisi yang sudah tidak bagus lagi merupakan cara yang tepat dalam juga mampu memicu terjadinya gangguan pada aki mobil atau komponen kelistrikan. Seperti yang dijelaskan oleh Direktur PT Anugrah Idea Lestari (AIL) selaku distributor tunggal Aki NS, Budi Santosa, aki mobil dapat cepat rusak dikarenakan guncangan akibat seringnya mobil melewati jalan yang bergelombang. 

Jika Anda sering melintasi jalanan rusak dan bergelombang yang dapat membuat Anda bergoyang dalam waktu yang lama, Anda harus siap untuk mengganti aki mobil Anda karena bisa dipastikan bahwa aki pada mobil Anda mengalami kerusakan. Tandasnya, durabilitas aki mobil dipengaruhi oleh kondisi aki yang sering goyang. Sehingga, bila Anda sering melintasi jalanan rusak dan bergelombang, umur aki mobil Anda tidak akan lama.

Dengan cara menghindari atau tidak terlalu sering melintasi jalan yang rusak dan bergelombang, maka itu akan membuat aki mobil Anda dapat bertahan lebih lama. Dan alangkah baiknya jika Anda juga melakukan perawatan umum pada aki mobil. Semoga bermanfaat.

Sebuah Mobil Yang Tidak Dilengkapi Kemudi Tidak Bisa Dibilang Sebagai Kendaraan Yang Sempuran.



Namun tahukan Anda jika gaya Anda dalam memgang setir ternyata juga mempengaruhi keamanan serta kenyaman dalam berkendara?
Oleh sebab itu, sebaiknya bagi para pengemudi memahami benar cara memegang setir kemudi yang tepat sehingga keamanan dan kenyamanan Anda serta penumpang lebih terjamin.

Lantas, seperti apa cara memegang setir kemudi yang tepat? Simak ulasannya berikut ini.

Hands on Wheel

Sebelum belajar cara memegang setir, penting bagi Anda untuk mengatur posisi jok kemudi Anda agar nyaman sewaktu menginjak pedal kaki dan mengendalikan setir.

Posisikan jok kemudi Anda agar tungkai kaki Anda masih sedikit tertekuk ketika kaki menginjak pedal kopling secara penuh dan lengan sedikit tertekuk ketika tangan memegang bagian atas roda setir.

Cara mudah mengetahui posisi tangan ketika memegang setir adalah dengan membayangkan setir seperti jam.

Posisi yang baik ketika tangan berada di posisi jam 9 dan jam 3 atau jam 10 dan jam2.

Namun, setir mobil zaman sekarang sebaiknya berada di posisi jam 9 dan jam 3 karena tombol-tombol di setir bisa dijangkau lewat posisi ini.

Agar lebih rileks dan menghindari cedera pada tangan sebaiknya ibu jari tidak perlu mencengkeram lingkaran setir.

Ketika Anda ingin melalui belokan yang cukup sulit maka jaga posisi tangan agar tidak menyilang.

Sebelum berbelok, posisikan tangan pada posisi jam 12. Ketika ingin berbelok ke kanan maka tempatkan tangan kanan pada posisi jam 12 dan tangan kiri pada posisi jam 6.

Jika berbelok ke kiri maka tangan kiri ditempatkan pada posisi jam 12 dan tangan kanan pada posisi jam 6.

Perhatikan agar tangan Anda tidak menyeberang ke kiri atau melewati posisi jam 12 dan sebaliknya.

Gerakan tangan kanan diperbolehkan hanya saja dari posisi jam 12 maju ke posisi 6 sedangkan tangan kiri dari posisi jam 12 mundur ke posisi jam 6.

Memegang Setir Kemudi

Anda bisa memilih satu diantara dua cara untuk menggerakkan roda setir.

Pertama adalah cara hand over yang cocok dipakai untuk memutar setir dengan cepat. Anda menyilangkan satu lengan diatas lengan yang lainnya.

Cara kedua adalah pull over atau bisa disebut juga hand to hand atau pull push. Cara ini membuat lengan Anda tidak pernah saling bersilangan.

Cara ini lebih dainjurkan karena lebih mengakomodasi mengembangnya airbag dengan baik jika terjadi kecelakaan.

Anda harus selalu memegang kemudi dengan kedua tangan. Jangan pernah memegang setir kemudi hanya dengan satu tangan apalagi sampai melepaskan kedua tangan Anda.

Perhatikan juga bahwa sebaiknya Anda tidak meletakkan barang-barang di dashboard karena untuk mengambil barang-barang tersebut, tangan akan masuk ke dalam roda kemudi.

Hal tersebut sangat berbahaya terutama ketika tangan Anda sedang masuk ke dalam roda kemudi dan di saat yang bersamaan harus membelokkan mobil.


4 Trik Penting Saat Mengemudikan Mobil



1. Posisi tangan saat mengemudi

Posisikan tangan dengan benar saat berkendara, tangan kiri di arah pukul 9 dan posisi tangan kanan berada di arah pukul 3, posisi ini memudahkan untuk mengatur panel-panel yang berada di bawah setir kanan dan kiri. Jangan memutar setir dengan satu tangan ataupun dengan posisi menyilang dari dalam. Disarankan saat melakukan putaran stir lakukan putaran dengan silang dari atas mengikuti lingkaran

2. Cara mengerem dengan benar

Ada 2 kondisi berbeda yang bisa berpengaruh pada saat melakukan pemberhentian. Pertama pemberhentian secara normal, kondisi normal dimana pemberhentian dilakukan secara biasa yang sering dilakukan para pengendara. Kedua yaitu pemberhentian dalam kondisi darurat. Pada pemberhentian darurat ada 2 cara bila bertemu dengan situasi ini.
  • Threshold atau teknik menginjak rem dengan cara mengambang. Injak dengan kuat pedal rem hingga batas sesaat sebelum roda terkunci agar roda depan tetap bisa diarahkan ke tempat lebih aman karena ban masih memiliki cengkraman pada permukaan jalan
  • Cadence or pulse braking atau teknik menginjak rem dengan cara mengojok. Teknik ini dilakukan dengan cara memompa atau mengocok pedal rem. Lakukan dengan tekanan dan frekuensi yang tetap
Beberapa faktor lain juga bisa mempengaruhi jarak pengereman yaitu, kecepatan, kondisi jalan, kondisi kendaraan, inklinasi jalan (menanjak, menurun, dan rmiring), berat kendaraan, kekerasan jalan, ban, koefisien gesek jalan, sistem rem, teknik pengereman, sistem suspensi, atau cuaca

3. Penggunaan rem tangan

Pengereman dengan rem tangan bisa digunakan untuk melakukan manuver pada area terbatas. Ini bisa saja dilakukan jika suatu saat terlibat dalam kondisi darurat misalnya menghindari kecelakaan. Teknik dasarnya adalah menyinkronkan gerakan tangan menarik tuas rem dengan kaki menginjak gas dan kopling. Ada 2 hal yang perlu diperhatikan saat melakukan teknik pengereman dengan rem tangan.

  • Waktu. Pertama, tentukan lokasi pengereman (breaking point) dan titik untuk berbelok. Untuk pengguna transmisi manual, sebelum belok, masuk ke gigi rendah untuk memperoleh torsi saat kembali berakselerasi. Angkat pedal gas, rem dulu, baru lakukan perpindahan gigi sehalus mungkin (saat melepas kopling dan mengarahkan tuas pada posisi gigi rendah) untuk mencegah kerusakan gearbox. Jika menggunakan transmisi otomatis, tinggal memainkan rem dan gas serta konsentrasi pada putaran setir dan arah. Langkah berikutnya, putar setir ke arah yang dituju, ketika bodi belakang sedikit terangkat, tarik tuas rem untuk menggeser bagian belakang. Jangan lakukan saat mobil masih dalam kondisi lurus karena bagian belakang sulit melintir lantaran roda belakang cenderung terkunci
  •  Cara. Ketika menarik tuas rem, usahakan barengi dengan menekan tombol yang berada di ujung rem tangan, jangan dilepas. Tombol baru boleh dilepas saat menurunkan rem tangan. Waktu yang tepat untuk membebaskan rem adalah saat bagian depan mobil sudah berada pada araj yang di tuju. Melepas rem tangan juga harus spontan. Untuk mempertahankan laju kendaraan, pengaturan waktu menginjak pedal gas dan melepas kopling harus sesuai. Jika tidak mesin bisa mati.
  
4.  Jarak aman berkendara

Jarak aman antar kendaraan saat melaju adalah 3 detik. Dengan asumsi, waktu reaksi manusia 1,5 - 2 detik ditambah reaksi mekanis mobil saat pengereman 0,5 - 1 detik. Gunakan pohon atau papan rambu sebagai patokan. Caranya, ketika mobil di depan melewati tanda tersebut, hitung berapa waktu yang anda butuhkan untuk mencapai titik tersebut. Jika kurang dari 3 detik, berarti jarak terlalu dekat. Pada ssat hujan selang waktunya adalah 4-5 detik, sedangkan pada jalan licin, selang waktu 2 kali lipatnya. Cara lainnya adalah menggunakan patokan "mata kucing" yang biasanya ada di tengah jalan. Jarak antar tanda tersebut adalah 50 meter.
Jaga juga jarak aman dengan kendaraan atau objek di sisi kendaraan. Gunanya adalah untuk memberi ruang dan jarak saat menghindar dari kondisi darurat di depan kita


sumber :
- media indonesia
- kompas otomotif
- detik otomotif