Tahapan-tahapan Menggunakan Kopling Dengan Benar



Memulai menjalankan mobil:
– Injak kopling penuh
– Pindahkan perseneling ke gigi 1
– Kaki kanan di atas gas, tapi hanya siap, tidak digas
– Angkat kopling perlahan sampai mobil mulai bergerak
– Teruskan angkat kopling sampai terangkat penuh
– Tambah kecepatan mobil dengan menginjak gas perlahan
– Selanjutnya tidak perlu lagi kopling kecuali akan berpindah ke gigi lain
Berpindah ke gigi 2 saat mobil berjalan:
– Perhatikan indikator RPM mesin
– Jika sudah melewati angka 2 (berarti sudah melebihi 2000 putaran per menit) maka sudah cukup untuk berganti ke gigi 2
– Angkat gas penuh agar putaran mesin kembali turun
– Setelah itu langsung injak kopling penuh
– Pindahkan perseneling ke gigi 2
– Angkat kopling perlahan hingga setengahnya
– Injak gas perlahan sambil mengangkat kopling hingga terangkat penuh
Kunci utama dari fungsi kopling adalah menjaga keseimbangan antara putaran mesin dan putaran roda, itulah sebabnya pergantian dari gigi 1 ke 2 dan seterusnya akan semakin mudah karena roda sudah berputar mengikuti putaran mesin sehingga mengangkat kopling sedikit lebih cepat tidak akan mematikan mesin. Berbeda dengan dari netral ke gigi 1 (saat akan memulai jalan) dimana posisi roda diam sedangkan mesin sudah berputar, maka sangat dibutuhkan mengangkat kopling dengan perlahan sampai roda berputar dengan putaran yang cukup untuk mengimbangi putaran mesin.
Untuk beban penumpang yang cukup berat atau jalanan di depan langsung tanjakan, maka saat gigi 1 dan Anda mulai mengangkat kopling perlahan, Anda harus bantu dengan menginjak gas perlahan hingga mobil dapat bergerak dengan mudah.
Langkahnya seperti berikut:
– Injak kopling penuh
– Pindahkan perseneling ke gigi 1
– Kaki kanan di atas gas, tapi hanya siap, tidak digas dulu
– Angkat kopling perlahan sambil menginjak gas perlahan sampai mobil mulai bergerak
– Teruskan angkat kopling sampai terangkat penuh
– Tambah kecepatan mobil dengan menginjak lagi gas perlahan
Merayap di jalanan macet dengan kondisi jalan datar:
– Gunakan gigi 1 setiap jalanan macet
– Tidak perlu digas, hanya dengan mengangkat kopling mobil sudah dapat berjalan merayap, perlu diingat mengangkat kopling hingga penuh sebenarnya masih terlalu cepat untuk jalanan yang sangat macet, jadi terkadang Anda hanya cukup mengangkat kopling setengah atau lebih sedikit untuk menimbangi begitu pelannya jalan saat sedang macet parah.
– Jika sebentar-sebentar berhenti dan sebentar-sebentar jalan, biarkan tetap di gigi 1, cukup injak kopling penuh saat berhenti
Kondisi awal berhenti, lalu mulai jalan lagi:
– Injak kopling penuh, pindahkan ke gigi 1 jika sebelumnya netral
– Angkat kopling perlahan dan tahan, biasanya jalan macet hanya membutuhkan setengah kopling atau kurang. Jika Anda teruskan mengangkat kopling penuh, mobil berjalan terlalu cepat.
Jika ingin menghentikan mobil yang berjalan merayap:
– Injak kopling perlahan, tidak perlu sampai penuh, mobil akan berhenti dengan sendirinya
Jadi pada jalanan macet parah, kita hanya memainkan kopling atau setengah kopling saja, sesekali dibutuhkan rem jika kendaraan di depan mendadak berhenti. Teknik mengerem akan dijelaskan kemudian.
Kondisi awal berjalan dengan perseneling 3, kemudian di depan akan berhenti di perempatan/lampu merah:
– Kurangi kecepatan dengan mengangkat gas perlahan, jika jarak tujuan berhenti sudah cukup dekat angkat gas sampai penuh
– Mobil akan berkurang kecepatannya, tapi harus tetap di rem. Injak rem perlahan, jika jarak tujuan berhenti sudah semakin dekat, injak rem agak dalam tapi jangan sampai penuh.
– Perhatikan lajunya kendaraan, jika sudah hampir pelan, Anda harus menginjak kopling, dan tetap teruskan pengereman hingga mobil berhenti secara perlahan
– Jika ingin terus berhenti pindahkan ke perseneling netral
– Jika ingin berjalan pelan mendekati posisi tertentu di depan (misal merapat ke antrian di perempatan, atau perlahan mendekati persimpangan) pindahkan ke gigi 1
Penting untuk diingat, jika Anda ingin mengerem mobil, jangan menginjak kopling saat mobil pada kecepatan yang lumayan, misal masih 30 km per jam, karena mobil akan lebih meluncur ke depan. Hal ini terjadi karena mobil yang sedang berjalan memiliki daya dorong yang cukup besar, tetapi lajunya mobil masih dikendalikan oleh putaran mesin (engine brake). Nah saat Anda menginjak kopling, mobil justru meluncur karena tidak ada penahan, luncuran ini (putaran roda) lebih cepat dari putaran mesin. Oleh karena itu Anda harus mengurangi gas dan melakukan rem terlebih dahulu, sampai mobil berjalan pelan baru kemudian Anda menginjak kopling. Ini berlaku sama jika Anda menuruni tanjakan. Mobil akan lebih meluncur lagi karena ditambah gaya grafitasi. Jadi Anda harus lebih hati-hati, jangan pernah menginjak kopling saat menuruni tanjakan, gunakan saja rem. Kecuali Anda akan berhenti di posisi turunan, kopling boleh diinjak saat mobil sudah mau berhenti dan tetap siaga dengan rem kaki dan rem tangan sampai mobil benar-benar berhenti.
Memainkan kopling saat merayap atau macet ditanjakan atau di posisi perempatan, ada beberapa kondisi seperti jalanan yang hanya miring sedikit, kondisi lain jalanan sangat miring. Perlu diingat, meskipun kemiringan jalan hanya sedikit sekali, mobil akan tetap mundur, dan kadang Anda tidak menyadari bahwa jalan miring sampai Anda merasakan ternyata mobil justru mundur. Jadi ingat, selalu perhatikan kondisi jalan saat berhenti dan selalu rasakan apakah mobil Anda mundur.
Memainkan kopling saat berhenti di perempatan dengan jalan miring sedikit (menanjak):
– saat mendekati perempatan, kurangi kecepatan dan lakukan pengereman perlahan, hingga mobil sudah berjalan pelan mendekati perempatan, injak kopling penuh dan pindahkan ke gigi 1
– jika Anda membiarkan kopling terus terinjak penuh, mobil akan berangsur mundur
– pastikan Anda sudah mengangkat kopling perlahan dan sedikit saja sesaat mobil mulai berhenti sebelum terjadi mundur.
Memainkan kopling saat berhenti/macet/merayap di jalan dengan tanjakan menengah:

– saat mendekati perempatan, kurangi kecepatan dan lakukan pengereman perlahan, hingga mobil sudah berjalan pelan mendekati perempatan, injak kopling penuh pindahkan ke gigi 1
– jika Anda membiarkan kopling terus terinjak penuh, mobil akan berangsur mundur, dan kondisi ini akan lebih cepat terjadi mundur karena jalan lebih menanjak
– Segera angkat kopling perlahan sebelum mobil mulai berhenti sambil dibantu dengan gas sedikit, semakin curam tanjakan semakin perlu ditambah gas
– Atur kopling dan gas secara halus agar mobil tidak maju dan tidak mundur
Memarkir mobil di depan pertokoan dengan area sedikit miring dan bagian area yang dekat jalan/trotoar cukup curam bisa dilakukan sbb:
– Gunakan gigi 1 sebelum menaiki area parkir
– Karena antara jalan dan trotoar kemiringannya cukup curam dan posisi cukup tinggi maka saat Anda mengangkat kopling secara bersamaan bantu dengan menginjak gas perlahan
– Hingga mobil menaiki trotoar lepaskan gas, selanjutnya cukup gunakan kopling saja untuk menjalankan mobil
– Karena posisi area juga miring meskipun sedikit, maka mobil bisa mundur jika Anda menekan kopling terlalu dalam saat ingin menghentikan mobil, oleh karena itu cukup tekan perlahan hingga mobil berhenti
– Atur posisi mobil agar lurus, jika sudah pas, tarik rem tangan dan ganti perseneling ke gigi netral
Demikianlah berbagai macam cara menguasai menggunakan kopling pada mobil bertransmisi manual, seperti yang saya sebutkan di atas ada tiga hal pokok yang penting untuk dikuasai agar mahir menyetir mobil, salah satunya yaitu penguasaan terhadap kopling sudah dibahas, pada lain kesempatan akan saya jelaskan juga bagaimana menguasai kemudi/stir dan feeling sisi kiri dan kanan mobil pada berbagai kondisi.   Selamat belajar mengemudi.


Mengemudi Di Waktu Lebaran? Simak Tipsnya



Lebaran tinggal 2 minggu  lagi. Buat agan / Agan wati yang ingin pulang kampung dengan mobil baik itu mobil pribadi atau rental mobil patut memperhatikan hal ini agar selamat sampai tujuan.
Buat Agan /Agan wati yang mengemudikan mobil dalam waktu yang relatif lama, perlu diperhatikan beberapa faktor.
Posisi Mengemudi
Ada 3 hal yang perlu di perhatikan pada saat mengatur posisi mengemudi, yaitu kenyamanan, komunikasi, dan kendali.
* Kenyamanan, saat berada di kondisi nyaman, diharapkan tubuh tidak cepat letih sehingga konsentrasi mengemudi tetap maksimal meski dalam waktu yang cukup lama.
* Komunikasi, pengemudi harus mendapatkan jarak pandang terbaik dan mampu berkomunikasi dengan mobil atau lingkungan sekitarnya. Jadi faktor ‘seen and be seen’ (melihat dan dapat terlihat) terpenuhi.
* Kendali, pengemudi harus tanggap mencermati kondisi lingkungan sekitar, cepat mengambil tindakan tepat dan mengantisipasi setiap kemungkinan terjadinya bahaya.
 Posisi Duduk
*Untuk posisi duduk yang tepat adalah: sandarkan bagian punggung Agan benar-benar menempel pada sandaran kursi hingga pangkal tulang belakang. Saat punggung menempel sempurna, gunakan kedua pergelangan tangan sebagai ukuran. Posisikan kedua pergelangan tangan pada roda kemudi (arah jam 12 ), lalu turunkan, masing-masing pada posisi jam 2 atau 3 (tangan kanan) dan jam 9 atau 10 (tangan kiri). Posisi ini bisa bikin anda lebih sigap, selain dapat secara aktif memonitor apa yang terjadi di sekitar, anda juga bisa memperkirakan kemungkinan yang terjadi.
* Sewaktu melewati belokan yang sulit, tangan anda jangan sampai menyilang. Tangan harus ditempatkan pada posisi pukul 12.00, sebelum memasuki tikungan yang sulit. Tempatkan tangan kanan pada posisi 12.00 dan tangan kiri pukul 06.00 sebelum membelok ke kanan. Kalau sebelum membelok ke kiri, tangan kiri pada posisi pukul 12.00 dan tangan kanan 06.00.
Usahakan tangan kanan tidak sampai menyeberang ke kiri, melewati pukul 12.00.
* Demikian pula tangan kiri tak menyeberang ke kanan. Dengan kata lain, gerakan tangan kiri hanya dari posisi pukul 12.00 mundur ke posisi 06.00, sedangkan tangan kanan dari posisi 12.00 maju ke posisi pukul 06.00.
*Jika ada tilt steering, atur roda kemudi menghadap dada, beri jarak 10 inci. Jadi apabila kantung udara mengembang, akan melindungi dada, bukan kepala. Kemudian atur posisi kaki pada pedal-pedal. Tempatkan tumit kaki kanan diantara pedal gas dan pedal rem. Posisi ini akan mempercepat reaksi ketika dibutuhkan pengereman mendadak.
* Selain itu sesuaikan juga ketinggian head restraint hingga sebatas telinga, sehingga dapat melindungi bagian kepala dan cidera pada bagian leher jika terjadi benturan dari depan dan belakang.
Posisi Tangan
* Posisikan tangan pada posisi jam 3 dan jam 9, karena dengan posisi ini dapat mengontrol kendaraan dengan lebih baik. Selain itu instrumen seperti sein dan wiper juga dapat digerakkan menggunakan jari, bukan tangan. Posisi seperti ini juga tidak membuat tubuh cepat letih, karena posisi tangan tidak lebih tinggi dari jantung.
* Namun yang perlu diperhatikan, ibu jari jangan masuk kedalam roda kemudi (stir). Karena apabila roda depan kendaraan Anda tersangkut sesuatu, misalnya, balok, trotoar, tanggul, dan sebagainya, maka biasanya roda kemudi akan berputar sangat cepat. Kondisi inilah yang bisa menyebabkan cedera pada pergelangan tangan dan jari tangan.
Gunakan sabuk keselamatan
* Terakhir, jangan lupakan untuk selalu gunakan sabuk keselamatan, patuhi rambu lalu lintas, dan beristirahatlah empat jam sekali selama perjalanan. Selamat Mudik dan Semoga selamat sampai tujuan Agan / Agan wati. dikutip dari berbagai sumber

Memilih Tempat Kursus Mengemudi Mobil



Kemampuan menyetir/mengemudi sangat diperlukan saat ini. Tidak hanya kaum pria saja, saat ini kaum wanita juga dituntut untuk bisa menyetir. Terlebih bagi wanita yang mobilitasnya tinggi dan tidak mau bergantung pada suami, sopir pribadi, atau angkutan umum. Saah satu pilihan untuk belajar mengemudi adalah dengan mengikuti kursus mengemudi.
Memilih tempat kursus mengemudi haruslah jeli. Karena mungkin ada banyak lembaga kursus mengemudi di daerah sidoarjo dan Surabaya, tetapi sebagai calon konsumen kita berhak memilih lembaga kursus yang terbaik bagi kita. Berikut ini adalah tips memilih tempat kursus mengemudi :
  1.  Cari beberapa referensi yang meyakinkan tentang tempat kursus mengemudi yang akan kita pilih. Ada baiknya bila kita mendengar secara langsung testimoni tentang tempat kursus mengemudi tersebut dari orang yang sudah kita kenal baik
  2. Setelah kita memilih beberapa nama tempat kursus mengemudi, datangi langsung alamatnya dan berusahalah menggali informasi sebanyak-banyaknya sambil melihat bagaiman sistem kerja mereka. Ada beberapa tempat kursus mengemudi yang memperbolehkan calon peserta kursus untuk ikut dalam mobil bersama instruktur dan peserta kursus yang lain untuk meyakinkann calon peserta kursus mengemudi
  3. Cari tahu jenis mobil apa saja yang dimiliki oleh tempat kursus mengemudi tersebut. Pastikan mereka memiliki jenis mobil yang kita kehendaki
  4. Cari tahu juga tentang jumlah instrukstur yang dimiliki dan bagaimana latar belakang para instruktur tersebut apa sudah di sertifikasi
  5. Pastikan fasilitas apa saja yang akan kita dapat bila kita kursus mengemudi di tempat tersebut. Seperti layanan antar-jemput, sertifikat kursus mengemudi, pengurusan SIM, dll
  6. Cari tahu progres selama kursus seperti apa. Biasanya setiap tempat kursus mempunyai kebijakan yang berbeda tentang progres yang akan dilaksanakan selama kursus mengemudi berlangsung. Misalnya pertemuan pertama harus sudah bisa sampai tahap apa, pertemuan kedua akan belajar mengenai apa, dll
  7. Cari tahu juga tentang besarnya biaya kursus dan lamanya waktu kursus. Biasanya setiap tempat kursus mematok besarnya biaya kursus berdasarkan jumlah jam pertemuan. Jadi jangan hanya tergiur dengan biaya kursus yang murah tetapi hanya memperoleh jam belajar mengemudi yang sedikit.
  8. Pastikan bahwa tempat kursus tersebut juga melayani jam kursus pada malam hari. Hal ini penting karena ada beberapa hal yang harus dipelajari pada saat kita mengemudikan mobil di malam hari. Seperti penggunaan lampu, penyesuaian jarak pandang pada malam hari, dll
Nah, setelah kita melakukan semua hal diatas, kita tinggal memutuskan tempat kursus mengemudi mana yang pas dengan kebutuhan kita. Semakin banyak informasi yang kita peroleh akan semakin bagus bagi keputusan kita.

Aturan-aturan Rambu Lalu Lintas yang Benar



Banyak pengendara yang tidak mengindahkan atau mungkin mereka tidak tahu bahwa saat bertemu dengan tiang besar yang ada lampunya ( merah, kuning dan hijau ) ada aturan yang harus ditaati. Nah pada kesempatan kali ini aku ingin membagi sedikit pengetahuanku tentang aturan-aturan tersebut. Simak baik-baik ya, berikut rinciannya :

1. Pada saat kita berhenti di lampu lalu lintas, kendaraan kita tidak boleh berhenti melewati garis putih zebra cross ( tempat penyebrangan ) karena tentu saja akan mengganggu pejalan kaki yang mau menyebrang. Tapi banyak pengendara yang tidak mengindahkan aturan ini, bahkan mereka ada yang berhenti di depan zebra cross. Tolong perhatikan yah. Ini demi kenyamanan kita bersama kok. ^_^

2. Pada saat Lampu merah, kita tidak boleh mengambil jalur pengendara lain. Apabila hal itu dilakukan maka kejadiannya akan sama seperti pada gambar di atas. Perhatikan GARIS BATAS baik-baik, karena itu bukan hanya sekedar garis, namun garis itulah yang mengatur posisi dimana kita harus berhenti. Taati yah gan biar tertib ^_^.

3. Nah, ini yang paling sering dilakukan oleh pengendara. MENEROBOS lampu merah ! Mbok yah bersabar toh, ikuti aja aturan yang ada. Kalau lampu merah yah berhenti. Tapi kalau nekat menerobos, yah seperti ini jadinya. Ketabrak kn. Trus yang rugi adalah anda sendiri, dan karena ulah anda, orang lainpun dirugikan. Lampu lalu lintas dibuat untuk ditaati bukan untuk dilanggar gan

4. Mesti diperhatikan tujuan anda dengan posisi berhenti. Apabila kita ingin memasuki simpang sebelah kanan, pada saat lampu merah kita harus berhenti di lajur kanan. Apabila kita mau melaju ke simpang depan dan kiri, maka kita harus berhenti di lajur kiri. Kalau hal ini kita tidak indahkan, maka kejadiannya akan seperti pada gambar di atas. Mungkin saja akan terjadi kecelakaan akibat ulah kita dan kalupun kecelakaan tidak terjadi mungkin saja kita akan diteriaki orang ” WOY TAHU ATURAN NGGAK !!” nah kurang lebih gitu. Hehehe…
Nah, cukup sekian dulu yah penjelasan dan bai-bagi ilmu dari aku, semoga apa yang aku share dapat bermanfaat bagi kita semua. Mudah-mudahan setelah membaca posting ini yang belum mengerti bisa menjadi mengerti dan yang sudah mengerti bisa jadi lebih mengerti. hehehehe.. Tapi ingat yah gan, lampu lalu lintas tujuannya adalah untuk keselamatan kita bersama kok. Jadi taati aja ya. Lebih baik terlambat
5 menit dari pada kecepatan 5 menit sampai di rumah sakit.

Cara Menguasai Kopling Transmisi Manual.



Mengemudi mobil dengan transmisi manual bagi sebagian pengemudi terutama pemula yang baru belajar nyetir merupakan hal yang sulit. Meskipun setiap orang merasakan kesulitan yang berbeda-beda, tapi umumnya yang seringkali yang dirasa sulit adalah penggunaan kopling baik saat memulai jalan maupun di tanjakan, ada juga yang kesulitan meluruskan jalannya mobil dan ada pula yang kesulitan bermanuver, baik di tikungan jalan raya maupun berbelok-belok di gang-gang kecil. Hal lain yang juga sering dirasa sulit adalah mengira-ngira atau feeling posisi kiri dan kanan mobil terutama saat jalanan padat, saat berpapasan dengan mobil lain, dan juga saat hendak menyalip kendaraan di depan. Bila disederhanakan, terdapat 3 hal yang seringkali dianggap pengemudi pemula merupakan sesuatu yang cukup sulit, yaitu pengaturan kopling, mengendalikan kemudi/stir, dan feeling ketika menyetir. Parkir tidak saya sebutkan karena sebenarnya parkir membutuhkan ketiga hal tersebut. Jika ketiga hal tersebut sudah dikuasai, parkir tentu sangatlah mudah.
Bagaimana caranya agar dapat menguasai kopling?
Sebelum saya jelaskan teknik menggunakannya, saya akan jelaskan dulu sekilas apa itu kopling dan bagaimana cara kerjanya. Saya akan menggunakan bahasa awam agar mudah dimengerti, jadi beberapa hal teknis sebagian akan saya kesampingkan. Perlu Anda ketahui agar mobil dapat berjalan dibutuhkan 3 hal pokok, yaitu putaran mesin, kopling beserta transmisinya (gigi), dan roda mobil. Saat mesin sudah hidup, putaran mesin sekitar 1500 per menit (tergantung jenis kendaraan), yang harus Anda pahami bahwa mesin sudah berputar meskipun mobil belum jalan. Karena putaran mesin belum terhubung ke roda maka roda tidak akan bergerak. Nah yang menghubungkan antara putaran mesin dan roda adalah rangkaian kopling. Putaran mesin, kopling, dan roda akan terhubung jika perseneling ada pada posisi 1, 2, 3, 4, 5, dan R dengan kondisi kopling tidak diinjak. Jika perseneling ada pada posisi N atau pada posisi selain N tapi kopling diinjak penuh, maka putaran mesin, kopling, dan roda tidak terhubung.
Anda mungkin akan bertanya, ada kalanya mobil atau kendaraan lain, saat putaran mesin, kopling, dan roda terhubung, misalkan saja pada perseneling 1, tapi mobil tidak dapat bergerak, padahal mobil masih hidup yang berarti mesin berputar?… Ya, memang benar, bisa saja terjadi ketiganya terhubung tapi mesin tetap berputar dan roda diam. Ini terjadi karena kopling terbuat dari bahan yang dapat bergesek dan didesain sedemikian rupa agar dapat bergesekan saat bekerja, artinya tidak mengunci, sehingga pada kondisi tertentu, seperti beban sangat berat atau beban biasa tapi di posisi tanjakan. Ketika itu mesin berputar tapi tidak kuat untuk memutar roda, sehingga yang terjadi adalah kopling saja yang berputar dengan kecepatan lebih rendah dari putaran mesin dan kopling akan bergesekan terus dengan bagian yang menghubungkan ke putaran mesin dan bagian yang menghubungkan ke roda. Pada kondisi ini putaran mesin harus ditambah dengan menginjak gas agar mampu mengimbangi beban sehingga roda dapat bergerak.
Anda juga tentu kadang bertanya kenapa jika kopling dilepas mendadak mesin akan mati?… tentu saja, Anda bisa bayangkan bahwa mesin berputar itu merupakan suatu ketaraturan dari menggabungkan udara dan bahan bakar dan memasukkan ke ruang bakar kemudian dibakar dengan percikan dari busi lalu mendorong piston dan kemudian sisa pembakaran dibuang, lalu tiba-tiba kopling mendadak menghubungkan roda yang diam dengan mesin yang berputar 1500 putaran per menit. Meskipun sebenarnya kopling dapat bergesek, tapi sebelum gesekan terjadi mesin sudah tidak dapat beroperasi. Terhubung secara mendadak berarti aktivitas mesin dipaksa berhenti sejenak sehingga bahan bakar belum sempat tercampur dengan udara, atau tidak sempat dimasukkan ke ruang bakar, atau belum sempat dibakar oleh percikan busi. Dengan kondisi ini bagaimana mobil bisa tetap hidup?… Akan berbeda jika kopling diangkat perlahan, pada kondisi ini kopling sedikit demi sedikit dirapatkan dan pada kondisi ini gesekan yang terjadi pada kopling akan lebih besar dan inilah yang akan mencegah terganggunya aktivitas mesin. Pada kondisi yang sama roda juga secara bertahap mulai bergerak karena kopling sudah berputar meskipun pelan karena sebagian putaran terbuang sia-sia saat terjadi gesekan, nah semakin bertambah putaran roda itu berarti semakin mendekati kecepatan putaran mesin. Secara terus menerus kopling terus diangkat perlahan, dan secara bersamaan kecepatan roda juga semakin mendekati kecepatan putaran mesin. Pada kondisi seperti ini tidak ada yang menghambat aktivitas mesin. Mesin tetap dapat mencampur udara dan bahan bakar, kemudian dibakar dengan percikan busi, kemudian piston terdorong karena tenaga ledakan bahan bakar, memutar poros engkol, dan sisa bahan bakar dibuang. Mesin terus bekerja tanpa gangguan. Pada akhirnya kopling akan terhubung dengan sempurna. Jika sudah terhubung dengan sempurna, gas dapat ditambahkan sesuai kebutuhan tanpa memainkan kopling lagi.