Cairan di Mobil yang Wajib Anda Cek Rutin

apa yang biasanya dilakukan sebelum mengendarai mobil? Memanaskan mesin saja ternyata tidak cukup. Sebelum melakukan itu, ada satu ritual yang seharusnya rutin dilakukan, yaitu mengecek lima cairan pada mobil. Apa saja?

Minyak Rem
Tahukah Anda bahwa minyak rem mampu menyerap kelembapan? Hal tersebut membuatnya memiliki jangka waktu pemakaian. Umumnya, minyak rem pada mobil mampu bertahan hingga sekitar tiga tahun. Namun, sayangnya, ternyata masih cukup banyak pemilik mobil yang tidak pernah mengganti minyak rem mereka. Padahal, minyak rem merupakan salah satu bagian dari sistem tertutup mobil dan tidak seharusnya habis. Minyak rem inilah yang membantu Anda untuk menyesuaikan penggunakan rem pada mobil. Apabila ketika dicek ternyata minyak rem Anda memiliki kadar yang rendah, artinya mobil Anda mengalami masalah.

Oli Gardan
Sesuai dengan namanya, oli satu ini terletak di bagian gardan atau bagian bawah mobil. Biasanya, penggantian oli gardan dilakukan bersamaan dengan oli transmisi, yakni setelah 10.000-20.000 km atau 2-3 kali penggantian oli mesin. Hal penting yang harus Anda perhatikan saat mengganti oli gardan adalah kekentalannya. Oleh sebab itu, Anda wajib menyesuaikan oli gardan dengan yang dianjurkan oleh pihak produsen mobil Anda.

Pendingin
Cairan pendingin pada mobil akan meluas ketika dipanaskan sehingga suhu mesin memengaruhi level pada tangki pendingin. Umumnya ada tanda tertentu pada tangki yang mengindikasikan suhu tersebut. Mayoritas mobil menggunakan cairan khusus pada pendingin mobil mereka. Di pasaran, ada cukup banyak tipe yang tersedia. Oleh sebab itu, pastikan Anda menggunakan tipe yang benar-benar tepat untuk mobil Anda. Ingatlah untuk melakukan pengecekan cairan pendingin ketika mesin sedang dalam keadaan dingin.

Air Radiator
Mengecek air radiator merupakan hal yang wajib Anda lakukan setiap sebelum memanaskan mesin mobil. Cek seberapa banyak air yang ada pada radiator mobil Anda. Anda juga bisa mengeceknya dari wadah penampungan air radiator yang diletakkan terpisah dari radiator tersebut. Apabila memang jumlahnya terlihat kurang, segera isi hingga batas yang disarankan. Jangan terlalu berlebihan. Selain air radiator, Anda juga sebaiknya mengecek cairan wiper agar bisa segera membersihkan kotoran yang muncul pada kaca depan mobil Anda.

Oli Transmisi
Oli transmisi tidak sama dengan oli mesin. Apabila oli mesin memiliki fungsi utama untuk mengurangi gesekan antar komponen dalam mesin, maka oli transmisi merupakan pelumas yang digunakan pada sistem transmisi. Fungsinya adalah mempermudah pergantian transmisi mobil dan merawat komponen transmisi agar tidak mudah aus, baik untuk mobil manual maupun matic. Umumnya, oli transmisi manual bisa bertahan hingga 10.000 km, sedangkan pada mobil matic bisa bertahan hingga 20.000 km.
Mulai sekarang, tidak ada lagi alasan kehabisan minyak rem, oli, atau cairan lain pada mobil. Selain kelima cairan yang disebutkan di atas, jangan lupa juga untuk mengecek bensin. Jadi, pastikan mobil Anda selalu terjaga dan terawat dengan rutin mengecek cairan-cairan tersebut.

Demikian ulasan untuk artikel kali ini. Apabila anda tertarik untuk latihan stir mobilsewa mobilkursus mengemudi mobiltempat belajar mobilprivate mengemudi mobil surabaya, dengan orang yang tepat, maka akan kami sediakan Info lain bisa anda klik DISINI

Alamat Kantor:
Jl Raya Bohar no 32 Wage - Aloha S
idoarjo
(Samping apotik bohar & depan perum royal regency wage)
Firmansyah
Tlpn/Sms/Wa
0821.3979.3354 
/ 0851 0327 9354 (Telkomsel)
0857.0601.2354  (Indosat) 

Hindari 6 Hal Ini Agar Mobil Tidak Cepat Rusak

Seorang pemilik kendaraan wajib merawat kendaraannya secara berkala agar tetap awet hingga jangka waktu yang lama. Perawatan mesin hingga fitur kendaraan wajib dilakukan dengan baik, tak terkecuali mobil. Ironisnya, sering kali mobil rusak bukan karena komponen yang sudah usang, melainkan karena pemiliknya yang sering mengabaikan hal-hal penting dalam perawatan mobil. Lantas, hal-hal apa saja yang jadi kewajiban pemilik untuk menjaga agar mobil tidak cepat rusak?

Mengabaikan lampu Indikator
ni merupakan salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan oleh kebanyakan orang. Lampu indikator check engine yang menyala di awal starter pada dasarnya memiliki fungsi penting. Pemilik kendaraan sering kali mengabaikannya dan membiarkan lampu tersebut mati sendiri. Padahal, lampu indikator tersebut justru mengingatkan pada pengendara bahwa mesin mobil mengalami masalah yang berimbas pada penggunaan bahan bakar yang kurang efisien. Bila hal ini dibiarkan terus menerus, bukan tidak mungkin komponen mesin jadi mudah aus dan rusak.

Jarang Mengganti oil dan Filter
Pergantian oli dan filter yang berkala bukan semata-mata permainan bengkel mobil untuk mencari untung. Justru hal ini adalah salah satu cara untuk memastikan keawetan mesin mobil itu sendiri. Oli sangat diperlukan sebagai pelumas mesin yang membantu sistem kendaraan bergerak secara optimal sekaligus melindunginya dari kerusakan. Mengganti oli secara berkala sekaligus filternya akan membuat mesin melaju lebih nyaman serta memperpanjang usia kendaraan.

Mengabaikan Kondisi Ban
Kondisi ban juga wajib diperhatikan secara rutin, khususnya tekanan ban itu sendiri. Ban kempes berdampak pada keawetan ban itu sendiri sehingga lebih cepat gundul. Selain itu, ban kempes juga berimbas pada keselamatan penumpang, bahan bakar yang dibutuhkan serta performa mobil itu sendiri ketika berada di jalan raya.

Tidak Mengikuti Jadwal Servis
Kendaraan butuh servis secara berkala agar tetap bergerak dan melaju secara optimal. Sebab, banyak bagian serta komponen mobil yang kian lama semakin aus bahkan rusak seiring berjalannya waktu serta intensitas pemakaian mobil itu sendiri. Inspeksi secara rutin serta mengikuti jadwal akan membantu mobil Anda melaju lebih efisien serta mencegah perbaikan yang lebih mahal ketika rusak di tengah jalan.

Membiarkan Mobil Kotor
Jangan pernah membiarkan mobil dalam keadaan kotor. Setidaknya seminggu sekali cucilah mobil Anda dari kotoran serta lumpur yang menempel. Kotoran-kotoran yang menempel pada mobil berpotensi membentuk karat dari garam jalan. Belum lagi dengan kotoran menempel pada kaca depan yang membuat pandangan Anda selama berkendara jadi berkurang sehingga keamanan berkendara jadi terancam.

Mengemudi Ugal-ugalan
Kondisi jalanan yang macet, cuaca ekstrim, jalan berlubang hingga beban mobil yang terlalu berat memang membuat Anda menjadi kurang sabar dan terpancing untuk mengemudi secara ugal-ugalan. Ketika Anda mengemudi secara ugal-ugalan, mesin juga akan sering menghentak. Hal ini sangat mempengaruhi keawetan mesin itu sendiri. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mengemudi dengan aman dan cerdas dengan menghindari aggressive driving.

Demikian ulasan untuk artikel kali ini. Apabila anda tertarik untuk latihan stir mobilsewa mobilkursus mengemudi mobiltempat belajar mobilprivate mengemudi mobil surabaya, dengan orang yang tepat, maka akan kami sediakan Info lain bisa anda klik DISINI

Alamat Kantor:
Jl Raya Bohar no 32 Wage - Aloha S
idoarjo
(Samping apotik bohar & depan perum royal regency wage)
Firmansyah
Tlpn/Sms/Wa
0821.3979.3354 
/ 0851 0327 9354 (Telkomsel)
0857.0601.2354  (Indosat) 

Bahayakah? Mematikan Mesin Mobil Tiba-Tiba

Dengan alasan terburu-buru atau disengaja, beberapa pengendara nyatanya masih kerap mematikan mesin mobilnya secara tiba-tiba. Kondisi mesin yang masih cukup kencang bekerja, audio yang masih menyala, bahkan AC yang masih menyala pun kerap dihiraukan oleh beberapa pengendara. Padahal, hal tersebut bisa memicu kerusakan pada mobil Anda. Meskipun Anda rutin melakukan servis pada mobil, jika perlakuan Anda terhadap mobil salah, kerusakan tetap akan mungkin terjadi.
Kerusakan tersebut bisa terjadi akibat masih adanya pergerakan mesin yang tidak diikuti oleh pelumasan, sehingga komponen mesin pun dapat bergesekan secara kasar.  Bagaimana tidak, saat Anda mematikan mesin yang menyala dengan kencang, tekanan pelumas mobil akan menurun secara drastis namun tidak dengan pergerakan mesin. Karena itulah, Anda perlu menghindari kebiasan menggeber mesin sesaat sebelum mematikan mesin. Lalu, bagaimana tahap mematikan mesin mobil yang baik? Berikut penjelasannya:
1. Saat ingin berhenti, sebaiknya Anda mulai mengurangi kecepatan mobil. Dengan begitu, mesin mobil bisa menyesuaikan pergerakannya. Kemudian, saat mobil sudah terparkir dengan benar, berikanlah sedikit jeda sebelum Anda mematikan mesin.
2. Saat memberikan jeda, Anda perlu mengecek berbagai komponen dalam mobil. Pasalnya, beberapa komponen akan tetap aktif menyala walaupun mesin mobil telah mati. Hal ini pula yang bisa menyebabkan Aki mobil Anda mati.
3. Hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mematikan mesin mobil tak lain adalah mematikan AC terlebih dahulu. Ya, beberapa pengendara justru kerap terlebih dahulu mematikan mesin yang dilanjutkan dengan AC, beberapa diantaranya justru terbiasa tidak mematikan AC. Hal ini tentu bisa memengaruhi kompresor AC, karena mesin mobil yang mati secara tiba-tiba dapat menimbulkan hentakan pada kompresor AC. Nah, jika Anda tak ingin mesin atau AC mobil Anda rusak, Anda harus membiasakan untuk mematikan AC mobil terlebih dahulu.
4. Selain AC, hal lain yang perlu Anda matikan terlebih dahulu ialah audio mobil. Tak bisa dipungkiri beberapa orang kerap lupa untuk mematikan audio mobilnya, padahal hal ini bisa merusak audio dan juga mesin. Bayangkan saja, saat Anda lupa mematikan audio, audio akan segera menyala kembali saat Anda menghidupkan mobil. Audio yang hidup dengan dukungan aki tentu akan kaget karena tekanan aki saat mobil baru menyala tidaklah stabil.

Jika aturan-aturan tersebut Anda terapkan, akan ada beragam manfaat yang didapatkan, mulai dari terawatnya mesin, komponen listrik mobil, hingga semakin lamanya usia mobil Anda.

Demikian ulasan untuk artikel kali ini. Apabila anda tertarik untuk latihan stir mobilsewa mobilkursus mengemudi mobiltempat belajar mobilprivate mengemudi mobil surabaya, dengan orang yang tepat, maka akan kami sediakan Info lain bisa anda klik DISINI

Alamat Kantor:
Jl Raya Bohar no 32 Wage - Aloha S
idoarjo
(Samping apotik bohar & depan perum royal regency wage)
Firmansyah
Tlpn/Sms/Wa
0821.3979.3354 
/ 0851 0327 9354 (Telkomsel)
0857.0601.2354  (Indosat) 

Mengunci Setir Mobil, Aman atau Berbahaya?

Beberapa pengendara memilih untuk mengunci setir mobil saat meninggalkan mobil di tempat parkiran. Kunci setir yang dimaksud di sini bukanlah kunci dengan menggunakan alat, melainkan kunci setir secara otomatis. Yaitu setelah kunci mobil, sang pengemudi biasanya memutar setir telebih dahulu (60 - 75 derajat) sampai setir mobil tak dapat digerakan kembali. Hal tersebut dipercaya beberapa orang akan membuat mobil mereka lebih aman.

Namun, pendapat tersebut nyatanya juga menimbulkan kontroversi. Posisi kunci setir mobil tersebut justru dianggap oleh beberapa orang dapat merusak kondisi power steering mobil. Ya, mereka menganggap kondisi ban yang tidak lurus saat setir terkunci bisa memengaruhi power steering. Jika Anda ikut berpikiran seperti itu, Anda telah salah mengira.

Keadaan setir yang terkunci nyatanya tak berbahaya bagi kondisi power steering mobil Anda. Pasalnya, power steering pada mobil tidak memiliki keterkaitan jelas dengan kondisi setir mobil. Sebaliknya, mengunci setir mobil justru dapat memberikan Anda berbagai manfaat, khususnya bagi keamanan kendaraan Anda.

Salah satunya ialah saat memarkirkan kendaraan di daerah tanjakan maupun turunan. Ketika terpaksa harus parkir dalam kondisi menanjak ataupun menurun, Anda bukan hanya perlu mengaktifkan rem tangan maupun mode parkir saja, Anda pun perlu mengunci setir mobil. Dengan mengunci setir ke arah trotoar, ini dapat menghindari kondisi jika mobil turun dengan tidak sengaja.

Tak hanya itu, dengan mengunci setir mobil, Anda juga bisa menghindari mobil dari pencurian.  Bagaimana tidak? Untuk mengaktifkan kembali setir agar dapat bekerja, kunci mobil harus terlebih dahulu dimasukan. Dengan begitu, setir mobil pun akan dapat kembali berputar dengan normal. Karena itulah, upaya pencurian pun akan lebih sulit untuk dilakukan jika setir mobil Anda telah terkunci.

Nah, untuk Anda yang selama ini menganggap bahwa mengunci setir dapat merusak power steering mobil kini sudah tidak perlu khawatir lagi.

Demikian ulasan untuk artikel kali ini. Apabila anda tertarik untuk latihan stir mobilsewa mobilkursus mengemudi mobiltempat belajar mobilprivate mengemudi mobil surabaya, dengan orang yang tepat, maka akan kami sediakan Info lain bisa anda klik DISINI

Alamat Kantor:
Jl Raya Bohar no 32 Wage - Aloha S
idoarjo
(Samping apotik bohar & depan perum royal regency wage)
Firmansyah
Tlpn/Sms/Wa
0821.3979.3354 
/ 0851 0327 9354 (Telkomsel)
0857.0601.2354  (Indosat) 

Pentingnya Menggunakan Feeling Saat menyetir Mobil

Pada posting saya sebelumnya saya pernah sampaikan bahwa 3 hal yang seringkali dianggap pengemudi pemula merupakan sesuatu yang cukup atau bahkan sangat sulit, yaitu bagaimana menggunakan dan menguasai kopling, mengendalikan kemudi/stir, dan feeling. Nah kali ini saya akan lanjutkan bagaimana menggunakan feeling saat menyetir mobil dan seberapa penting dan seberapa besar peranan feeling ini dalam prakteknya.

Seperti kita semua ketahui bahwa mengendarai mobil berbeda jauh dengan mengendarai motor. Karena kedua jenis kendaraan tersebut memang sangat jauh berbeda dalam hal pengendaliannya, sebut saja motor dengan kemudi yang dapat kita belokkan langsung sedangkan mobil dengan cara memutar kemudi/stir, begitu juga bodi motor dapat kita lihat dengan mudah pada semua sisinya, dapat kita tahan dengan mudah dengan kaki dan dapat kita kuasai dengan tidak membutuhkan banyak ruang dan alat bantu sedangkan mobil tidak bisa kita kendalikan langsung dengan anggota badan kita melainkan hanya bisa dengan alat seperti stir, spion, menoleh, dan karena bodinya besar tidak semua alat bantu tersebut dapat membantu kita menguasai semua sisi mobil dan karena itulah satu-satunya yang bisa kita manfaatkan adalah menggunakan kemampuan feeling.

Feeling memang tidak selalu akurat, tapi jusru feelinglah yang banyak dimainkan saat menyetir mobil. Lalu bagaimana agar bisa menggunakan feeling terutama untuk pengemudi pemula, mari kita bahas satu per satu.

Demikian ulasan untuk artikel kali ini. Apabila anda tertarik untuk latihan stir mobilsewa mobilkursus mengemudi mobiltempat belajar mobilprivate mengemudi mobil surabaya, dengan orang yang tepat, maka akan kami sediakan Info lain bisa anda klik DISINI

Alamat Kantor:
Jl Raya Bohar no 32 Wage - Aloha S
idoarjo
(Samping apotik bohar & depan perum royal regency wage)
Firmansyah
Tlpn/Sms/Wa
0821.3979.3354 
/ 0851 0327 9354 (Telkomsel)
0857.0601.2354  (Indosat) 

Gunakan Kaca Spion Untuk Berbelok Saat Mengemudi Mobil

Pada tikungan cara ini tidak bisa digunakan, karena saat menikung apa yang Anda lihat di spion akan berbeda dengan apa yang sedang dilalui oleh mobil. Oleh karena itu sebelum feeling Anda benar-benar bagus, cara terbaik saat menikung adalah dengan jalan perlahan. Dengan berjalan perlahan, seburuk-buruknya feeling Anda saat ini, tikungan masih dapat dilalui dengan mudah, meskipun awalnya Anda sangat bersusah payah melaluinya.

Karena bodi mobil sangatlah besar maka alat bantu seperti spion wajib ada. Pastikan posisi spion memungkinkan Anda dapat melihat bagian belakang mobil dengan mudah, baik spion kiri, kanan, maupun spion lainnya. Saat Anda membawa mobil pada jalan raya yang lurus yang disetai garis marka, Anda dapat melihat posisi mobil baik dari spion kiri maupun dari spion kanan.

Perhatikan apakah Anda terlalu mepet atau terlalu ke tengah. Jika terlalu ke kiri Anda perlu memutar stir sedikit ke kanan, begitu juga sebaliknya. Nah setelah posisi sudah ideal, perhatikan jalan di depan, cobalah merasakan bagaimana mobil tersebut berjalan tanpa Anda melihat spion, bagi pemula mulailah beberapa saat saja, lalu sesekali lihatlah spion, apakah masih tepat atau mulai bergeser ke kiri atau ke kanan lagi.

Lakukan terus menerus, jika Anda sudah bisa dalam waktu yang terbatas, perpanjang waktunya, jangan melihat spion terlalu cepat, rasakan mobil Anda berjalan jika Anda merasa kurang ke kanan arahkan ke kanan jika Anda merasa kurang ke kiri arahkan ke kiri. Pada akhirnya otak Anda akan terbiasa dengan kondisi ini dan feeling Anda sedikit demi sedikit akan semakin bagus. Semakin Anda terus berlatih maka pada waktunya nanti Anda akan lebih nyaman menggunakan feeling ketimbang melihat spion.

Karena spion fungsi utamanya adalah untuk melihat kondisi di sekitar mobil bukan untuk memosisikan mobil saat berjalan normal kecuali untuk kondisi tertentu seperti jalanan sangat sempit. Pada tikungan cara ini tidak bisa digunakan, karena saat menikung apa yang Anda lihat di spion akan berbeda dengan apa yang sedang dilalui oleh mobil.

Oleh karena itu sebelum feeling Anda benar-benar bagus, cara terbaik saat menikung adalah dengan jalan perlahan. Dengan berjalan perlahan, seburuk-buruknya feeling Anda saat ini, tikungan masih dapat dilalui dengan mudah, meskipun awalnya Anda sangat bersusah payah melaluinya.

Demikian ulasan untuk artikel kali ini. Apabila anda tertarik untuk latihan stir mobilsewa mobilkursus mengemudi mobiltempat belajar mobilprivate mengemudi mobil surabaya, dengan orang yang tepat, maka akan kami sediakan Info lain bisa anda klik DISINI
Alamat Kantor:
Jl Raya Bohar no 32 Wage - Aloha S
idoarjo
(Samping apotik bohar & depan perum royal regency wage)
Firmansyah
Tlpn/Sms/Wa
0821.3979.3354 
/ 0851 0327 9354 (Telkomsel)
0857.0601.2354  (Indosat) 


Menyalip Kendaraan Kecil Di Depan Anda

Sudah bisa dipastikan jika Anda menggunakan mobil maka Anda harus bisa menyalip dengan baik, berbeda dengan sepeda motor ketika hendak menyalip masih cukup banyak area yang dilewati karena ukurannya kecil.

Mobil menyalip meskipun hanya menyalip orang yang sedang bersepeda, untuk jalanan standar Indonesia mau gak mau harus mengambil jalur di sebelah kanan. Jalanan di Indonesia meskipun di tingkat propinsi masih banyak sekali yang ukurannya hanya sekitar 3 kali mobil berjejer atau justru lebih kecil, itu berarti jika di bagi 2 hanya tersisa satu setengah kali lebar mobil.

Sepeda atau sepeda motor setidaknya mengambil area jalan 2/3 dari lebar mobil. Jika Anda menyalip setidaknya Anda mengambil 2/3 juga ke sebelah kanan. Oleh karenea itu jika ingin menyalip pada jalan seperti ini khususnya bagi pemula sebaiknya tunggu sampai jalur sebelah kanan tidak ada kendaraan lain terutama mobil, sehingga Anda tidak akan ragu untuk mengambil lajur kanan untuk menyalip kendaraan kecil di depan Anda.

Lebih baik menjaga jarak agak jauh daripada terlalu ngepas, takutnya kendaraan di depan tiba-tiba agak berbelok ke kanan, atau seringkali sepeda jalannya tidak lurus (menggak menggok) sehingga beresiko terserempet.

Hal yang sama juga dilakukan jika Anda menyalip mobil juga, untuk jalanan terbatas seperti ini, maka Anda harus mengambil seluruh lajur sebelah kanan. Agar lebih aman, pastikan lajur kanan sedang sepi dari semua kendaraan termasuk sepeda dan sepeda motor.

Demikian ulasan untuk artikel kali ini. Apabila anda tertarik untuk latihan stir mobil, sewa mobil, kursus mengemudi mobil, tempat belajar mobil, private mengemudi mobil surabaya, dengan orang yang tepat, maka akan kami sediakan Info lain bisa anda klik DISINI
http://www.kursusmengemudisidoarjo123.com/
Alamat Kantor:
Jl Raya Bohar no 32 Wage - Aloha Sidoarjo
(Samping apotik bohar & depan perum royal regency wage)
Firmansyah
Tlpn/Sms/Wa
0821.3979.3354 / 0851 0327 9354 (Telkomsel)
0857.0601.2354  (Indosat)